PEKANBARU-beritaaksiterkini.com-, Bersama Jaga Riau, Anti Bullying Community (ABC) dan Jajaran Bergerak Nyata Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Jaga Riau secara resmi mengulirkan program strategis penanganan anak putus sekolah di Provinsi Riau, yang dimotori langsung oleh komunitas internalnya, Anti Bullying Community (ABC) di bawah kepemimpinan Viona Dwi Mardi. Langkah terintegrasi ini hadir sebagai respons nyata dalam mengentaskan isu putus sekolah sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi.
Peresmian dan titik awal dimulainya agenda besar ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut berpusat langsung di Sekretariat Jaga Riau yang berlokasi di Jl. Mulyasari, Perumahan Villa Fajar Indah, Blok B No.7, Pekanbaru Momen ini menjadi penanda resminya komitmen pergerakan bersama di pangkalan kerja Jaga Riau.
Melalui program yang diawasi langsung oleh Jaga Riau ini, ABC berkomitmen penuh untuk mengidentifikasi, merangkul, dan mengembalikan anak-anak yang terpaksa berhenti mengecap bangku pendidikan, baik melalui jalur formal maupun non-formal. Program ini tidak sekadar berfokus pada pemenuhan hak belajar, tetapi juga mengintegrasikan pemulihan kesehatan mental serta edukasi lingkungan bebas perundungan (bullying)aspe k yang sering kali menjadi akar masalah tersembunyi di balik fenomena anak putus sekolah.
Ketua Anti Bullying Community (ABC) Jaga Riau, Viona Dwi Mardi, menyampaikan bahwa penyelesaian masalah anak putus sekolah harus menyentuh sisi psikologis anak. Gerakan yang berada di bawah payung besar Jaga Riau ini dirancang untuk memberikan penanganan yang menyeluruh.
“Banyak anak di luar sana yang berhenti sekolah bukan hanya karena kendala biaya, tetapi karena trauma psikologis akibat perundungan di lingkungan mereka sebelumnya. Sebagai bagian dari Jaga Riau, kami hadir untuk memastikan bahwa saat anak-anak ini kembali belajar, mereka tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga mendapatkan ruang aman yang suportif untuk memulihkan kepercayaan diri mereka,” ujarnya saat ditemui di lokasi peresmian.
Viona juga menegaskan bahwa program berkelanjutan yang berjalan di bawah supervisi ketat Jaga Riau ini menerapkan pendekatan tiga fase utama: identifikasi berkala di lapangan, pendampingan atau advokasi psikologis, hingga re-integrasi anak ke lembaga pendidikan yang tepat.
Sementara itu, pihak manajemen Jaga Riau menegaskan bahwa penguatan peran ABC sebagai sayap gerakan komunitas merupakan momentum penguatan aksi nyata yang sangat konstruktif bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia di wilayah Riau, terutama di area-area marginal.
“Kami menyadari tantangan di lapangan sangat kompleks, mulai dari pemetaan masalah internal keluarga hingga pemulihan trauma anak. Oleh karena itu, Jaga Riau memaksimalkan peran rekan-rekan relawan ABC di bawah pengawasan kami untuk menjadi ujung tombak. Harapannya, sumbatan dalam penanganan anak putus sekolah dapat dibenahi bersama lewat sistem pergerakan yang lebih solid,” ungkap perwakilan Jaga Riau dari kantor sekretariat.
Menutup dimulainya program terintegrasi ini, Viona Dwi Mardi menegaskan bahwa gerakan ini adalah tentang keberlanjutan masa depan generasi muda di Riau.
“Gerakan sosial ini adalah wujud tanggung jawab kami di Jaga Riau untuk pemenuhan hak dasar anak-anak. Harapan kami, gerak langkah ABC ini mampu menjadi pemantik kesadaran publik, responsif terhadap isu perlindungan anak, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup Viona.
Langkah taktis ABC yang berada di bawah naungan Jaga Riau ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pemulihan ruang tumbuh anak-anak di Provinsi Riau, agar mereka dapat kembali berani bermimpi dan menata masa depan lewat jalur pendidikan yang layak.
