Trending

Malam Ketiga Ramadhan, Masjid Al-Muhajirin Pandau Jaya Dipadati Jamaah, Tausiyah Hormati Orang Tua dan Ceramah Taubat Menggetarkan Hati Umat

 


Kampar- beritaaksiterkini.com -, Malam ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Muhajirin, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berlangsung penuh kekhusyukan dan kehangatan ukhuwah Islamiyah. Masyarakat setempat berbondong-bondong hadir memenuhi masjid sejak selepas sholat Isya untuk mengikuti rangkaian ibadah dan tausiyah yang menjadi bagian dari kegiatan Safari Ramadhan.

Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut keberkahan Ramadhan. Suasana masjid tampak hidup dengan lantunan dzikir dan shalawat sembari menunggu dimulainya tausiyah.

Kegiatan diawali dengan sholat Isya berjamaah yang berlangsung tertib dan khusyuk. Usai sholat, jamaah mendapatkan tausiyah singkat yang disampaikan oleh seorang santri pesantren bernama Muhazirin. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema “Hormati Orang Tua dan Orang yang Lebih Tua”.

Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, Muhazirin mengingatkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai kewajiban utama seorang anak. Ia menekankan bahwa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua, sehingga menghormati, menyayangi, dan mendoakan mereka merupakan amalan yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga adab terhadap orang yang lebih tua, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Menurutnya, sikap hormat dan santun merupakan cerminan akhlak mulia yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka. Selagi orang tua masih ada, bahagiakan mereka. Ucapkan kata-kata yang lembut dan bantu mereka dengan sepenuh hati,” pesannya di hadapan jamaah.

Setelah tausiyah singkat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah utama yang disampaikan oleh Ustadz H. Suryandi Temala, Lc., M.A dengan tema “Taubat”. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih.

Ustadz Suryandi menjelaskan bahwa taubat yang diterima adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, disertai penyesalan, meninggalkan dosa, serta bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Ia juga menekankan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, namun sebaik-baik manusia adalah mereka yang segera bertaubat.

“Ramadhan adalah bulan pengampunan. Ini kesempatan besar bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan kualitas ibadah,” ungkap beliau.

Ceramah tersebut membuat suasana masjid semakin hening dan khidmat. Banyak jamaah yang tampak menundukkan kepala, merenungi setiap pesan yang disampaikan. Ajakan untuk memperbanyak taubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT terasa menyentuh hati para jamaah.

Usai ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan imam menambah kekhusyukan malam Ramadhan. Jamaah mengikuti setiap rakaat dengan penuh ketenangan hingga sholat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam tersebut.

Kegiatan malam ketiga Ramadhan di Masjid Al-Muhajirin ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menunjukkan tingginya semangat untuk memakmurkan masjid serta meningkatkan keimanan di bulan yang penuh berkah ini.

Diharapkan melalui kegiatan tausiyah dan ibadah bersama ini, nilai-nilai keislaman seperti berbakti kepada orang tua, menghormati sesama, serta senantiasa bertaubat dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Malam ketiga Ramadhan pun ditutup dengan doa bersama, harapan akan ampunan Allah SWT, serta keinginan untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Masjid Al-Muhajirin kembali menjadi saksi kebersamaan umat dalam meraih keberkahan Ramadhan.

Lebih baru Lebih lama