Trending

ESDM Kebut Proyek Pipa Gas Dusem, Perkuat Integrasi Energi Sumatera

 


Cilegon, beritaaksiterkini.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat ketahanan energi dan integrasi jaringan gas di Pulau Sumatera.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman saat meresmikan pengiriman perdana pipa proyek Dusem di fasilitas produksi PT Krakatau Pipe Industries, Cilegon, Banten, Kamis (19/2). Ia menyatakan, proyek ini merupakan bagian dari kebijakan diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

“Pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi guna merealisasikan kemudahan akses energi, baik bagi sektor industri, komersial, maupun masyarakat,” ujar Laode.

Proyek senilai Rp6,5 triliun ini dirancang memiliki kapasitas desain 109,2 MMSCFD. Pembangunan dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027. Kehadiran pipa Dusem diharapkan mengintegrasikan jaringan transmisi gas di sepanjang Sumatera Utara hingga Riau, sekaligus mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi yang lebih bersih.

Laode juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Pipe Industries, serta konsorsium kontraktor yang dinilai mampu menjaga progres proyek tetap sesuai jadwal.

Proyek pipa Dusem memiliki total panjang sekitar 541,8 kilometer dan terbagi dalam dua segmen. Segmen 1 membentang dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km, dengan kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya, dengan nilai kontrak Rp3,6 triliun.

Sementara itu, Segmen 2 dari Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri sepanjang 262 km dikerjakan KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia, dengan nilai kontrak Rp2,8 triliun.

Berdasarkan laporan hingga minggu ke-8 pelaksanaan, progres fisik proyek menunjukkan capaian di atas target. Realisasi Engineering-Procurement-Construction (EPC) Segmen 1 telah mencapai 12,447 persen dari target 7,638 persen, sedangkan Segmen 2 mencapai 12,061 persen dari rencana 10,295 persen. Proyek ini juga menggunakan pipa produksi dalam negeri dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EPC sebesar 60,9 persen untuk Segmen 1 dan 62,49 persen untuk Segmen 2.

Distribusi material pun mulai berjalan. Pengiriman Batch 1 untuk Segmen 1 dimulai sejak 14 Februari 2026 melalui jalur laut menggunakan tongkang, sebanyak 1.900 batang. Selanjutnya, pengiriman Batch 1 Segmen 2 dijadwalkan pada 23 Februari 2026 melalui jalur darat dengan armada trailer lowbed sebanyak 130 batang per hari.

Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah dalam proyek berskala nasional tersebut. Ia menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung penyelesaian proyek sesuai target.

“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak, kami optimistis proyek ini dapat diselesaikan dengan lancar,” ujarnya.

Dengan progres yang melampaui target awal, pembangunan pipa transmisi gas Dusem diharapkan menjadi tulang punggung integrasi energi Sumatera, memperluas akses gas bumi, serta memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Lebih baru Lebih lama