PEKANBARU-beritaaksiterkini.com-, Anti Bullying Community (ABC) sebagai komunitas yang berada di bawah naungan dan pengawasan langsung Jaga Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan di Provinsi Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi strategis bersama Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdikdasmen) yang disambut langsung oleh Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd.
Audiensi ini dilaksanakan pada Selasa, pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi konkret antara gerakan masyarakat dan institusi pendidikan dalam upaya pencegahan serta penanganan perundungan di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir jajaran pelaksana dari Anti Bullying Community (ABC) Jaga Riau, Ketua Pelaksana Viona Dwi Mardi, Wakil Ketua Pelaksana Wendi Ramadan, Sekretaris I Ns. M. Raditya Yusri, S.Kep., Bendahara Nadiyah Baiduri Ramadhani, Bidang Edukasi & Konselor M. Pandu Saputra
Dalam audiensi ini, ABC Jaga Riau memaparkan sejumlah program kerja strategis yang dirancang secara terintegrasi sebagai upaya sistematis dalam menekan angka perundungan di lingkungan pendidikan, yaitu:
1. Peningkatan Kapasitas Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pencegahan dan penanganan perundungan, sebagai garda terdepan dalam pendampingan siswa di sekolah.
2. Pengembangan Layanan Informasi dan Pengaduan Berbasis Komunitas dan Teknologi (ABC Care), sebagai wadah yang aman, responsif, dan mudah diakses oleh siswa untuk melaporkan kasus perundungan.
3. Edukasi Anti Perundungan dan Kampanye Sekolah Bebas Perundungan, yang menyasar siswa, guru, dan lingkungan sekolah secara menyeluruh untuk membangun kesadaran kolektif.
4. Pembentukan Kelompok Anak/Remaja Anti Perundungan (Anti Bullying Peer), sebagai agen perubahan di kalangan pelajar untuk menciptakan budaya saling melindungi dan peduli.
Ketua Pelaksana ABC Jaga Riau, Viona Dwi Mardi, menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan edukatif.
“Perundungan adalah persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui program yang kami rancang, kami ingin membangun sistem yang tidak hanya menangani kasus, tetapi juga mencegah sejak awal melalui edukasi dan penguatan peran siswa serta tenaga pendidik,” ujarnya.
Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif yang dibawa oleh ABC Jaga Riau serta membuka ruang sinergi dalam penguatan kapasitas tenaga pendidik, khususnya guru BK, dalam menangani kasus perundungan di sekolah.
Audiensi ini juga menjadi ruang diskusi konstruktif terkait implementasi program di lapangan, termasuk peluang kolaborasi dalam pelatihan, pendampingan, serta integrasi layanan pengaduan berbasis komunitas dengan sistem pendidikan yang ada.
Wakil Ketua Pelaksana, Wendi Ramadan, menegaskan bahwa gerakan ini berorientasi pada perubahan budaya di lingkungan sekolah.
“Kami ingin mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang tidak hanya bebas dari perundungan, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan suportif bagi tumbuh kembang siswa,” ungkapnya.
Menutup kegiatan audiensi, seluruh pihak berharap bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan yang berdampak nyata dalam menciptakan sekolah yang lebih aman dan ramah anak di Provinsi Riau.
“Harapan kami, gerakan ini mampu menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa menciptakan lingkungan bebas perundungan adalah tanggung jawab kita semua,” tutup Viona .
.jpeg)